Forex Hukum Dalam Islam, Halal atau Haram?

Posted on
Forex Hukum Dalam Islam, Halal atau Haram?
Forex Hukum Dalam Islam, Halal atau Haram?

Membeli dan menjual tren forex trading latar belakang vektor gratis

Dalam hukum Islam, masih ada perdebatan tentang reputasi halal atau ilegal membeli dan menjual pasar keuangan, lebih dikenal sebagai perdagangan. Beberapa ulama memberikan fatwa haram, tetapi yang lain juga memberikan fatwa halal dan mubah.

Perbedaan pendapat ini cukup membingungkan bagi orang yang ingin berdagang. Beberapa dari mereka memutuskan untuk tidak mengikuti kereta musik untuk bertahan hidup fatwa yang melarangnya.

Padahal, jika dilihat dari sudut pandang ekonomi, jual beli merupakan kegiatan jual beli yang cukup menguntungkan. Mengutip buku The Forex market on the Internet oleh Hiqmad Muharman, perdagangan valuta asing merupakan bursa keuangan terbesar di dunia dengan volume transaksi harian lebih dari 2 triliun dolar AS. Angka ini tentu menggiurkan bagi sebagian orang.

Apa itu jual beli Dalam Islam? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut ini.

Trading adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas jual beli di pasar keuangan. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari jual beli saham hingga valuta asing atau valuta asing. Perdagangan pasar Forex.

Di pasar saham, instrumen yang diperdagangkan adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Sementara di pasar forex (forex), instrumen yang diperdagangkan adalah mata uang negara-negara di dunia.

Mengenai hukum, para ulama berbeda dalam hal ini. Perdagangan saham diperbolehkan dalam pandangan hukum Islam selama memenuhi persyaratan tertentu, yaitu saham yang diperdagangkan tidak berasal dari perusahaan yang bergerak dalam bisnis haram. Misalnya, produksi minuman keras, industri kasino, prostitusi, dan lain sebagainya.

Adapun membeli dan menjual forex, mayoritas ulama memungkinkan dengan beberapa kondisi. Sebagaimana dijelaskan dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 28 / DSN-MUI / III / 2002 tentang jual beli mata uang (Al-Sharf), beberapa kondisi tersebut antara lain:

Baca Juga :   Memahami Grafik Trading& Variablenya

Bukan untuk spekulasi.

Ada kebutuhan untuk transaksi atau berjaga-jaga (deposito).

Jika transaksi dilakukan terhadap mata uang yang sama, nilainya harus sama dan dalam bentuk tunai (at-taqabudh).

Jika jenisnya berbeda, maka harus dilakukan pada kurs (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai. Perdagangan pasar Forex. Foto: Shutter Stock

Dari fatwa jelas bahwa hukum dasar perdagangan valuta asing diperbolehkan atau diperbolehkan. Namun beberapa syarat harus dipenuhi, salah satunya tidak ada spekulasi atau keuntungan di dalamnya.

Kemudian untuk mata uang serupa, harga yang dikenakan juga harus sama nilainya dengan uang tunai. Adapun mata uang dari berbagai jenis, transaksi harus dilakukan secara tunai. Jika tidak memenuhi persyaratan ini, maka hukum perdagangan forex adalah haram.

Saat ini, beberapa perdagangan valuta asing menggunakan sistem online dengan pembayaran non tunai. Transaksi ini sangat beresiko mendatangkan riba yadh dan RIBA nasiah, sehingga harus dihindari.

Senada dengan hal tersebut, Buya Yahya juga menyampaikan pendapatnya tentang jual beli valuta asing dalam ceramahnya di channel YouTube Al-Bahjah TV, ujarnya:

“Dalam Islam, membeli dan menjual valuta asing ada aturan permainan. Pertama menggantikan naqdihim atau hal terpenuhi. Jika jenisnya berbeda, maka bisa dengan dua syarat, yaitu Perjanjian harus diuangkan atau dilunasi dan harus diserahkan. Jika itu tidak terjadi, maka hukum itu melanggar hukum”.